Infeksi virus Corona ini disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini sangat berbahaya karena sangat mudah menular ke orang lain.
Virus Corona membuat semua keadaan tidak stabil. Mulai dari segi ekonomi, kewarganegaraan bahkan pendidikan. Buktinya disini kita tidak bisa bersekolah untuk belajar bahasa inggris tapi kita hanya bisa mengerjakan tugas melalui media yang disediakan oleh sekolah. Dari segi ekonomi, virus corona sangat banyak sekali para pengusaha. Pengusaha di luar sana menutup toko barang dagangannya untuk menstabilkan perekonomiannya, bahkan ada yang terbiasa membayar hutang dari pengusaha tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar mata uang Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan karena kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil. Namun pada saat ini telah terjadi kemajuan yang cukup berarti karena nilai mata uang tersebut hampir meningkat dari sebelumnya.
Sebagai orang biasa kita tidak mengetahui bahwa orang disekitar kita terkena penyakit COVID-19 atau tidak, untuk itu kita harus mengetahui terlebih dahulu apa saja tanda / gejala - gejala yang ditimbulkan oleh orang yang terkena virus menakutkan COVID-19. Simak informasi ini!
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu yaitu demam, pilek, batuk kering, radang tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejalanya bisa hilang dan sembuh atau malah bertambah parah. Penderita gejala berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala ini muncul saat tubuh bereaksi terhadap virus Corona.
Disini saya sudah mengumpulkan data tentang virus corona yang ada di seluruh dunia. Saya telah mengumpulkan dari sumber yang akurat dan sangat cepat. Dari sumber tersebut, saya menemukan bahwa 58,1% telah dipastikan terinfeksi virus corona dan 40,2% sudah sembuh dari virus mematikan tersebut, serta sekitar 1,7% orang meninggal akibat virus corona.
“Benarkah, semakin bijak Anda menggunakan media sosial, semakin besar pengaruh yang Anda berikan kepada lingkungan selama pandemi? “Menurut saya selama pandemi ini, hidup menjadi sangat membosankan dan bercampur dengan perasaan takut dengan adanya virus mematikan ini. Dalam pandemi ini, aktivitas kami pasti lebih banyak terjadi di rumah. Salah satunya adalah pemanfaatan media sosial dengan menggunakan ponsel masing-masing. Disini kita harus menggunakan media sosial dengan bijak. Apalagi dalam kondisi seperti ini penggunaan media sosial harus labil. Dengan menggunakan media sosial secara bijak maka kita akan mengetahui lebih banyak atau beberapa informasi - informasi yang hanya akan kita dapatkan dari internet. Dengan begitu, kita akan mengetahui lebih banyak informasi tentang bagaimana cara melaksanakan sanitasi lingkungan dari rumah. Media sosial sangat berpengaruh pada seseorang apalagi di era milenial ini. Oleh karena itu, penggunaan media sosial secara bijak sangat diperlukan. Namun, tidak semua informasi yang kami peroleh dari media sosial dapat diverifikasi. Oleh karena itu, saya tegaskan lagi bahwa kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Kami tidak akan tahu apakah informasi yang kami dapatkan itu benar atau tidak. Berdasarkan fakta yang ada, saat ini ada beberapa “penjahat internet” yang melakukan tindak pidana pemalsuan angka kematian akibat virus covid 19 dan cara atau upaya penyehatan lingkungan yang salah. Maka dari itu, saya ingatkan terlebih dahulu untuk tidak mempercayai 100% informasi yang diberikan melalui media sosial.
SANITASI LINGKUNGAN
Sanitasi lingkungan ditentukan oleh perilaku manusia. Lingkungan dengan sanitasi lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kesehatan masyarakat yang buruk. Berikut beberapa langkah untuk melakukan penyehatan lingkungan sebagai berikut:
1. Gaya Hidup Sehat
2. Menggunakan Air Bersih
3. Jaga Air Dari Stagnasi
4. Membersihkan Selokan
5. Melakukan 3 M
ETIKA LINGKUNGAN
Informasi di atas dapat dengan mudah kita temukan jika kita bijak dalam menggunakan media sosial. Jika kita tidak bijak selama pandemi ini, kita tidak akan mengetahui informasi ini sehingga kita tidak tahu bagaimana cara melakukan sanitasi lingkungan. Jika kita menyikapi dengan bijak dan bijak menggunakan media sosial maka sanitasi akan tercapai. Sanitasi lingkungan yang sudah saya bahas akan dikaitkan dengan etika lingkungan. Karena keduanya saling mempengaruhi dan berhubungan. Disini saya mengaitkan topik yang saya kemukakan dengan beberapa prinsip etika lingkungan sesuai modul yang telah diberikan. Berikut adalah prinsip-prinsip etika lingkungan:
1. The No Harm
Prinsip ini harus kita lakukan agar etika lingkungan yang baik terwujud saat terjadi pandemi seperti ini. Prinsip ini memiliki arti tidak membahayakan. Artinya manusia memiliki kewajiban dan kepedulian. Kepedulian ini menjadi perhatian bagi sesama manusia yang bersangkutan.
2. Prinsip Tanggung Jawab
Dalam konteks inilah kita harus bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Jika kita tidak bertanggung jawab menggunakan media sosial maka akan berdampak negatif bagi lingkungan dan lain-lain.
Sekian dulu mengenai artikel kali ini, semoga artikel ini dapat membantu teman-teman semua untuk mendapatkan informasi yang lebih lagi. Jangan lupa untuk selalu melihat blogspot ini karena akan ada artikel-artikel yang jauh lebih menarik dan bagus lagi. Sampai jumpa ! Stay Calm and Stay Safe Guys!




0 coment�rios:
Post a Comment